Banda Aceh, 11 September 2025 – PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Mustaqim Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima Anugerah Penghargaan dari Jaringan Survei Inisiatif (JSI). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi BPRS Mustaqim Aceh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya melalui layanan perbankan syariah yang berpihak pada masyarakat kecil, petani, dan pelaku UMKM.
Direktur Eksekutif JSI, Ratnalia Indriasari, menyampaikan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan monitoring data kinerja perbankan sepanjang tahun terakhir. Dari hasil kajian tersebut, BPRS Mustaqim Aceh dinilai tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga memiliki kontribusi sosial nyata bagi masyarakat Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Ratnalia Indriasari menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan oleh JSI bukanlah seremonial semata, melainkan hasil kajian yang dilakukan melalui monitoring berbasis data sepanjang satu tahun terakhir.
“Kami melihat dari data siapa yang tumbuh, siapa yang stagnan, dan siapa yang tidak bekerja maksimal. Dari situ terlihat bahwa BPRS Mustaqim Aceh menjadi salah satu lembaga yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki kepedulian besar dalam membantu ekonomi masyarakat kecil di Aceh. Itu alasan kami memberikan apresiasi ini,” jelas Ratnalia.
JSI sebagai lembaga survei independen memiliki parameter penilaian yang ketat, mencakup aspek layanan, keberpihakan, hingga dampak sosial. BPRS Mustaqim Aceh dinilai berhasil memenuhi ketiga aspek tersebut secara konsisten.
Menanggapi penghargaan ini, Direktur Utama BPRS Mustaqim Aceh, Bapak Raisul Mukhlis, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan. Ia menyebut penghargaan ini memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya Mustaqim Aceh menerima pengakuan dari lembaga survei independen yang melakukan penilaian berbasis data kinerja nyata.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas apresiasi ini. Selama ini penghargaan yang kami terima lebih banyak berasal dari instansi pemerintah atau asosiasi perbankan. Kali ini berbeda, karena diberikan oleh lembaga independen yang betul-betul menilai kinerja kami secara objektif. Tentu ini menjadi motivasi baru bagi kami untuk semakin memperkuat peran dalam mendukung perekonomian masyarakat kecil, terutama petani dan pelaku UMKM,” ungkap Raisul.
Raisul Mukhlis menegaskan bahwa penghargaan ini tidak boleh berhenti pada piagam semata. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah membuktikan dengan kerja nyata di lapangan.
“Kami tidak boleh berpuas diri. Penghargaan ini justru menjadi pengingat agar kami terus bergerak, terus berinovasi, dan terus hadir di tengah masyarakat. Harapannya, BPRS Mustaqim Aceh tetap menjadi bank syariah yang dekat dengan rakyat, memberikan manfaat nyata, dan selalu konsisten dalam mendukung perekonomian daerah,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga performa dalam industri perbankan syariah bukanlah hal mudah. Tantangan persaingan semakin besar, terlebih dengan hadirnya lembaga-lembaga baru yang memperkuat kompetisi di Aceh. Namun, hal itu justru menjadi pemicu bagi Mustaqim Aceh untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Ke depan, BPRS Mustaqim Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas layanan, menghadirkan produk pembiayaan yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak sosial positif yang berkelanjutan.